Masuk

Ingat Saya

Kehidupan Berbangsa dengan Rasa Nasionalisme

Kehidupan Berbangsa dengan Rasa Nasionalisme

Nilai nasionalisme tidak dapat kita pandang sebelah mata, cara pemikiran nasionalis inilah yang telah menyatukan bangsa sejak jauh sebelum bangsa ini merdeka. Indonesia dengan penduduk yang beranekaragam memiliki pola pikir yang terlahir dari budaya yang berbeda, mereka akan tunduk pada nilai-nilai budaya yang ada. Maka pemikiran nasionalisme lah sebagai jembatan perbedaan budaya, suku dan agama yang ada di indonesia yang membuat bangsa ini menjadi satu kesatuan.

Kita pahami pentingnya nasionalisme dengan belajar dari sejarah, yakni bagaimana seorang tokoh besar agama islam KH. Hasyim Asy’ari menolak untuk hormat ke bendera Jepang, penolakanpun mendapat teguran keras dari tentara Jepang kala itu. Tentunya penolakan beliau karena adanya jiwa nasionalisme terhadap bangsa indonesia. Selain itu, tokoh pahlawan seperti Kapitan Pattimura, Agustinus Adisutjipto, Wage Rudolf Suprtaman, Bung tomo, Tuanku Imam Bonjol, Teuku Umar, Sultan Hasanudin, Ki Hajar Dewantara dan lainnya. Mereka para pahlawan dari berbagai daerah yang berbeda dan berlatar belakang agama yang berbeda pula, lalu apa yang menyatukan mereka sehingga rela membela indonesia?. Tiada lain karena adanya semangat nasionalisme dalam diri para pahlawan.

Dengan semangat nasionalisme yang ada sejak dahulu, perbedaan budaya, suku dan agama bukan menjadi masalah, justru perbedaan menjadi suatu kelumrahan yang perlu diterima, serta menyatukan perbedaan menjadi suatu kesatuan yang kokoh dengan jiwa nasionalisme Indonesia.

Apa daya bapak proklamator Ir. Soekarno yang dikenal dengan energi pidatonya yang bisa menghipnotis pendegar kalau tanpa terlebih dahulu tersalurkan pemikiran nasionalisme. Bagaimana jadinya jika dulu para pahlawan bangsa tidak menjunjung nasionalisme bangsa, pasti lebih mementingkan daerah wilayahnya saja. Maka nasionalisme lah yang menghantarkan pahlawan dipenjuru daerah nusantara untuk mengkobarkan semangat kemerdekaan Indonesia.

Kita bisa juga belajar dari guru bangsa Tjokroaminoto yang memiliki pemahaman keagamaan islam yang kuat dan dikala itu mencari jawaban dirinya akan kata Hijrah. Buah pemikiran islam dengan nasionalisme yang beliau junjung menjadi kunci untuk membuka tabir dalam rakyat indonesia, bahwa perlunya diri yang beragama dengan berfikir nasionalisme dalam konteks ke-indonesiaan. Hasilnya tuan Tjokro bisa memaknai Hijrah sebagai sikap diri menuju kearah yang lebih baik lagi. Yakni beliau memperjuangkan hak keadilan rakyat bangsa Indonesia terhadap para penjajah.

Nasionalisme adalah pola pikir dan sikap yang perlu ditanamkan dalam dada masyarakat Indonesia. Sejarah telah membuktikan akan pentingnya nasionalisme dalam kehidupan berbangsa yang penuh keanekaragaman. Jiwa nasionalisme itulah yang telah mempersatukan pulau dari sabang sampai merauke yang menjadi bumi nusantara.

Menjadi suatu kebanggan bagi Indonesia, sebab bangsa ini merdeka atas perjuangan nasionalisme. Semua masyarakat serentak bersatu untuk keadilan dan kesejahteraan bangsa menuju negara yang merdeka. Kini Indonesia yang terlepas dari negara penjajah, dan kemerdekaan Indonesia ke-71 tahun ini menjadi perjuangan lanjutan untuk menjadikan indonesia yang lebih baik.

Tentunya kemajuan bangsa tidak akan tercapai dengan semangat nasionalisme, sebab nasionalisme sudah mengajarkan bangsa indonesia menuju bangsa yang merdeka, sejarah telah membuktikannya. Oleh karena itu, pentingnya meningkatkan semangat nasionalisme sebagai pengukuhun kehidupan berbangsa.