Masuk

Ingat Saya

Islam Mengutamakan Persatuan bukan Kekuasaan

Islam Mengutamakan Persatuan bukan Kekuasaan

Gencar paham islam yang menginginkan pemerintahan Khilafah semakin banyak di indonesia, walau pengaruh mereka dapat di tangani oleh pemerintah. Namun, dari merekalah bibit penyebaran menolak NKRI bermunculan, mereka yang mendambakan sistem Khilafah tentunya menolak sistem pemerintah Indonesia yang sudah berjalan sekian puluhan tahun. Tidak sebatas itu, bahkan bibit paham radikalisme di media internet berawal dari keinginan kelompok terhadap sistem khilafah.

Sebagai seorang muslin wajib mengakui bahwa sebaik-baik sistem pemerintahan adalah bentuk khilafah seperti pada zaman khalifah rasyidin. Namun, kewajiban tersebut tidak dapat kita paksa. Seperti halnya seorang muslim laki-laki wajib melaksanakan ibadah shalat 5 waktu di masjid. Namun, jika berhalangan sakit jangan memaksakan jika memperparah keadaan, maka islam memberi keriganan untuk shalat di rumah. Begitu halnya Khilafah, merupakan sistem pemerintahan yang pernah jaya pada masa Abu Bakar Assidiq sampai ke Ali bin Abi Thalib, namun semua harus dilihat dengan konteks ke kinian dan apakah umat islam sudah sanggup keimananya dan bersinergi untuk menyambut Khilafah?

Sebagai manusia yang berfikir, kita harus bijak terhadap segala persoalan, semua perlu dipertimbangkan pengaruh bagi kehidupan. Bukan sekadar egois mementingkan kehendak pribadi atau kelompok. Islam berjaya pada masa khilafah bukan didasarkan kekuasaan, melainkan kesatuan. Ribuan para sahabat (pengikut) nabi yang tersebar diberbagai belahan dunia untuk syiar ajaran islam, mereka tetap bersatu dalam keyakinan islam yang benar, bukan menghendaki untuk menguasai dunia tapi menyampaikan agama yang benar kepada manusia.

Sekarang islam di dunia semakin berkembang, namun perkembangan tersebut tidak kalah dengan semakin tingginya nilai perpecahan antar sesama muslim, karena cenderung beragama dengan ego masing-masing. Maka perkembangan tersebut masih belum selaras dengan perkembangan islam yang seharusnya. Adanya perpecahan sebab kurangnya kesatuan dalam kehidupan beragama. Lantas sejauh mana kemampuan islam saat ini untuk menegakkan khilafah yang adil dan mensejahterakan umat manusia jika dari umat islam sendiri masih belum bersatu?

Momentum haji merupakan suatu tanda kesatuan dalam agama islam, seharunya semua umat muslim bercermin dari pelaksaan haji yang diselenggarakan setiap tahunnya. Jama’ah haji yang berasal dari belahan benua yang berbeda, bersatu dalam rangkaian ibadah haji dan memiliki satu tujuan mulia yakni beribadah haji dengan harap mabrur.

Sebab itulah, kesatuan jauh lebih penting dan diutamakan, bersatu dalam beranekaragam merupakan keberhasilan dalam mencapai suatu tujuan dan harapan hidup. Bentuk kehidupan yang sejahtera, adil, dan makmur akan tercapai dengan kesatuan dan inilah yang awal ditegakkan oleh nabi Muhammad SAW yang bersatu dengan para sahabat (pengikut) untuk mengawali penyebaran islam ke penjuru dunia.

Dengan awal mewujudkan kesatuan dalam beragama maupun dalam lintas agama, indonesia akan mampu bahu membahu menjadi negara yang adil dan sejahtera walau tanpa sistem Khilafah, sebab tidak ada salahnya jika umat islam mengikuti pemerintahan Indonesia saat ini selagi tidak berlawanan dengan nilai-nilai islam. Seperti seorang muslim yang memiliki orang tua non-muslim, selama orang tuanya mengajarkan atau menyuruh kebaikan maka sang anak tetap wajib patuh pada perintahnya, jika sebaliknya wajib bagi anak untuk menolaknya.

Sebab itu, kejayaan yang harus dicapai umat islam saat ini ialah kesatuan. Sinergi kesatuan yang dibangun di masyarakat akan memberi kesadaran kepada masyarakat bahwa pentingnya kesatuan dalam berwarganegara untuk mencapai kehidupan yang lebih baik.